Islam memandang bahwa akhlak sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari, bahkan Islam menegaskan akhlak merupakan misinya yang paling utama. Rasulullah saw. banyak berdoa kepada Allah agar dirinya dihiasi dengan akhlak dan perangai yang mulia. Beliau berdoa. اللهم حسن خلقى وخلقى Ya Allah, perbaiki parasku dan akhlakku”
Rasulullah bersabda:“ Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. dalam Al-Qur’an dan hadis Dengan demikian akhlak ini mempunyai dua macam sanksi apabila dilanggar. Karena akhlak Islam bersumber dari Tuhan, maka pengaruhnya lebih kuat dari akhlak ciptaan manusia, sehingga seseorang tidak berani melanggar
Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ. Hanyalah aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik (H.R Ahmad dari Abu Hurairah) Akhlak mulia yang bersinergi dengan ketakwaan kepada Allah adalah yang terbanyak memasukkan seseorang ke dalam
Di negara Barat, boleh jadi banyak akhlak baik seperti disiplin, tepat waktu, tahan banting, jujur, dll, namun akhlak mereka tidak ada yang benar karena motifnya menjalankan kareakter tersebut bukan karena perintah Allah. Contoh iman kepada Allah dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang mengubah moral/karakter adalah kisah shahabat
Indikator manusia berakhlak (husn al-khuluq), kata Al-Ghazali, adalah tertanamnya iman dalam hatinya. Sebaliknya manusia yang tidak berakhlak (su’u al-khuluq) adalah manusia yang ada nifaq di dalam hatinya. Nifaq artinya sikap mendua dalam Tuhan. Tidak ada kesesuaian antara hati dan perbuatan. Iman bagaikan akar dari sebuah tumbuhan.
Seperti disampaikan Abuddin Nata dalam "Meneladani Akhlak Rasulullah", sebagai seorang istri, Rasulullah SAW mengajarkan agar kita menjadi istri yang salihah, yaitu istri yang taat menjalankan perintah Allah, taat kepada suami, menjaga amanahnya, berupa harta benda, termasuk diri kita sendiri, ketika suami tidak ada di rumah, menyenangkan
Akhlak Terhadap Allah Dan Rasulullah. Sulesana, Jurnal . Wawasan Keislaman, (al-Khuluq al-Hasan) dan akhlak yang buruk (al-Khuluk as-Sayy’i), landasannya adalah al-Qur’an dan al-Hadits
yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”. (HR. Muslim) d. Berbusana yang Islami. Setiap manusia (pria ataupun wanita) mempunyaibagian-bagian
d9a2.